Cara Menyusun Anggaran Bulanan dan Dana Darurat
Panduan pemula menyusun anggaran bulanan dan membangun dana darurat berdasarkan materi edukasi Sikapi Uangmu OJK: langkah, besaran, dan tempat menyimpan.
Gaji yang cepat habis sebelum akhir bulan, atau pengeluaran mendadak karena sakit dan kehilangan pekerjaan, sering membuat keuangan rumah tangga goyah. Dua alat dasar untuk menghadapinya adalah anggaran bulanan dan dana darurat. Panduan ini merangkum langkah menyusun keduanya berdasarkan materi edukasi Sikapi Uangmu, portal literasi keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Yang perlu disiapkan
- Catatan harta. Daftar uang tunai, tabungan, dan barang berharga yang bisa dijual atau dijadikan uang tunai di kemudian hari.
- Catatan utang. Pinjaman uang maupun kredit pembelian barang, beserta cicilan bulanannya.
- Catatan penghasilan dan pengeluaran. Berapa uang yang masuk dan ke mana saja uang keluar setiap bulan.
- Daftar tujuan keuangan. Hal yang ingin dicapai beserta jangka waktunya.
Langkah-langkah
Menyusun anggaran bulanan
- Kenali kondisi keuangan saat ini. Menurut artikel Sikapi Uangmu Resep Keluarga Sejahtera: Ayo Rencanakan Keuangan!, langkah pertama adalah mencatat harta dan utang, lalu membandingkan totalnya. Jika total harta lebih besar dari utang, keuangan dinilai dalam keadaan baik.
- Bedakan kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan adalah hal yang harus dipenuhi agar hidup tidak terganggu, seperti makan sehari-hari, listrik, dan transportasi. Keinginan bersifat hiburan atau kesenangan sesaat, seperti makan di restoran atau menonton bioskop. Dahulukan kebutuhan.
- Tetapkan tujuan keuangan. Setiap tujuan perlu diberi jangka waktu dan disusun berdasarkan skala prioritas, misalnya membeli kendaraan, menyiapkan dana pendidikan, atau melunasi cicilan rumah.
- Bagi penghasilan ke pos-pos anggaran. Sikapi Uangmu menyebut formula rencana anggaran 10:20:30:40 dari pendapatan: 10% untuk biaya sosial; 20% untuk tabungan, investasi, dan proteksi; 30% untuk cicilan utang; dan 40% untuk biaya rumah tangga. Menurut sumber yang sama, setiap komponen bisa dimodifikasi sesuai tujuan keuangan masing-masing.
- Catat dan evaluasi secara berkala. Buat catatan harta dan utang, catatan penghasilan dan pengeluaran, lalu periksa kemampuan keuangan secara rutin agar Anda bisa mendeteksi apakah keuangan sehat setiap bulan.
Membangun dana darurat
- Pahami fungsinya. Menurut artikel Sikapi Uangmu Tidak Ada Kata Terlambat untuk Dana Darurat, dana darurat adalah alokasi uang untuk keadaan genting yang tidak dapat diprediksi, misalnya biaya pengobatan yang tidak sepenuhnya ditanggung asuransi, atau biaya hidup sementara setelah kecelakaan atau pemutusan hubungan kerja (PHK). Diskon belanja yang segera berakhir tidak termasuk keadaan darurat.
- Tentukan targetnya. Menurut artikel tersebut, idealnya dana darurat sebesar 6 sampai 12 kali pengeluaran bulanan, tergantung jumlah tanggungan dan pola konsumsi. Bagi yang masih lajang disebut cukup 6 kali pengeluaran bulanan, sedangkan yang sudah berkeluarga atau memiliki tanggungan setidaknya 9 sampai 12 kali.
- Mulai dari jumlah kecil. Tidak perlu langsung menyisihkan dalam jumlah besar. Sisihkan sebagian kecil secara konsisten, lalu tambah seiring naiknya pendapatan agar tidak membebani kebutuhan sehari-hari.
- Sisihkan di awal. Alokasikan pos dana darurat saat menerima pendapatan, bukan menunggu sisa uang setelah berbelanja.
- Pisahkan rekeningnya. Rekening khusus membantu dana darurat tidak tercampur dengan uang lain. Pertimbangkan saldo awal, biaya bulanan, dan kemudahan pencairan. Sikapi Uangmu menyebut rekening tabungan sebagai salah satu tempat yang tepat.
- Pilih tempat berisiko rendah. Dana darurat tidak sama dengan investasi. Jika ditempatkan pada instrumen yang nilainya naik turun, dana bisa sedang turun nilainya saat dibutuhkan. Pastikan juga produk keuangannya legal, terdaftar, dan diawasi OJK.
Cara mengecek apakah anggaran sudah sehat
Artikel Sikapi Uangmu Kenali Rasio Keuangan, Keuangan Sehat Tujuan Keuangan Tercapai menyebut beberapa ukuran yang bisa dipakai untuk memeriksa hasil anggaran:
- Kemampuan menabung. Menurut OJK, minimal 10% penghasilan per bulan disisihkan untuk menabung atau berinvestasi.
- Cicilan utang. Menurut OJK, cicilan utang bulanan maksimal 30% dari penghasilan per bulan agar tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari maupun tabungan.
- Perbandingan utang dan aset. Total utang maksimal 50% dari total nilai aset.
Jika hasilnya belum sehat, sumber tersebut menyarankan mengurangi pengeluaran dan utang konsumtif serta menambah sumber pendapatan.
Kesalahan yang perlu dihindari
- Memakai dana darurat untuk keinginan. Setiap kali tergoda memakainya, ingat kembali tujuan dana tersebut dan dampaknya bila dana darurat tidak tersedia.
- Mencampur dana darurat dengan uang harian. Uang yang tercampur cenderung ikut terpakai untuk kebutuhan rutin.
- Tidak pernah mengevaluasi. Tanpa catatan arus kas, sulit mengetahui pengeluaran mana yang bisa dikurangi.
Catatan
Panduan ini berisi informasi umum yang disusun dari materi edukasi resmi per 4 Oktober 2026, bukan nasihat keuangan pribadi. Kebutuhan setiap orang berbeda.