Rasio

Persiapan Menghadapi Musim Hujan dan Antisipasi Banjir di Rumah

Persiapan musim hujan: memantau peringatan dini cuaca BMKG, antisipasi banjir dan longsor di rumah, serta keselamatan listrik menurut sumber resmi.

Oleh Redaksi Rasio
4 menit baca
Kartu ilustrasi Rasio kategori Panduan bertuliskan Persiapan Menghadapi Musim Hujan dan Antisipasi Banjir di Rumah
Sumber gambar: Ilustrasi: Rasio

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan Prediksi Musim Hujan 2026/2027 di Indonesia pada 2 Oktober 2026. Menurut dokumen itu, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim hujan pada November 2026 (185 zona musim atau ZOM, 24,66% luas daratan) dan Desember 2026 (266 ZOM, 17,31% luas daratan). Awal musim hujan dimulai dari Sumatera bagian utara, lalu bergeser bertahap ke wilayah lain. Puncaknya diprediksi jatuh pada Desember 2026, Januari 2027, dan Februari 2027, bergantung pada wilayahnya. Persiapan musim hujan dapat dimulai sebelum hujan deras pertama turun.

Memantau prakiraan dan peringatan dini BMKG

  1. Cek prediksi musim untuk daerah Anda. Halaman Prediksi Musim BMKG memuat prediksi musim hujan dan musim kemarau beserta pemutakhirannya. BMKG juga menyediakan prediksi hujan bulanan, prediksi hujan dasarian, dan potensi hujan sepekan ke depan.
  2. Pantau peringatan dini cuaca BMKG. Halaman Peringatan Dini Cuaca berisi peringatan hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Informasi ini disebut nowcasting, yaitu prakiraan cuaca ekstrem jangka pendek untuk 0 sampai 6 jam ke depan. Setiap provinsi dicantumkan beserta waktu berlakunya peringatan, dan rinciannya dapat dibuka melalui tautan “Lihat Wilayah”.
  3. Pasang aplikasi Info BMKG. Menurut halaman Info BMKG, Info BMKG adalah aplikasi resmi BMKG untuk Android dan iOS dan dapat diunduh gratis di Google Play Store serta Apple App Store.4. Kenali sistem peringatan di lingkungan Anda. BPBD Provinsi DKI Jakarta mengingatkan warga agar tidak mengabaikan sirene, pengeras suara, dan peringatan digital. Panduan BPBD DIY juga meminta warga memahami istilah status peringatan banjir (Siaga I sampai IV) dan tindakan yang menyertainya.

Menyiapkan rumah sebelum hujan deras

Untuk antisipasi banjir, BNPB menganjurkan warga memperhatikan ketinggian rumah dibandingkan bangunan di sekitarnya yang rawan banjir dan meninggikan panel listrik. Panduan BPBD DIY menambahkan beberapa langkah berikut:

  • Pastikan apakah tempat tinggal Anda berada di zona rawan banjir.
  • Siapkan kebutuhan untuk hidup mandiri sekurang-kurangnya tiga hari.
  • Simpan dokumen penting di tempat yang aman, lalu buat catatan dan dokumentasi harta benda.
  • Pelajari cara mematikan aliran air, listrik, dan gas.
  • Rencanakan jalur dan tempat evakuasi, lalu sepakati titik kumpul keluarga.

Rumah yang berada di lereng atau dekat tebing juga perlu diantisipasi dari longsor. BPBD DIY meminta warga menjaga saluran drainase agar tidak tersumbat sehingga air tidak meresap ke lereng. Warga juga dianjurkan menanam tanaman berakar dalam dan tidak menggunduli hutan. Kesiapsiagaan terhadap bencana lain, misalnya memantau info gempa terkini dari BMKG, dapat disiapkan sekaligus.

Keselamatan listrik saat banjir

  • BNPB menganjurkan agar semua jaringan listrik dimatikan bila ada instruksi dari pihak berwenang.
  • Jangan menyentuh peralatan bermuatan listrik saat Anda berdiri di air (BNPB).
  • Bila harus mengungsi, cabut peralatan listrik dari stop kontak (BPBD DIY).
  • Setelah banjir, waspadai instalasi listrik yang rusak (BPBD DIY).
  • BPBD Provinsi Jawa Tengah melarang menyalakan listrik selama rumah atau lingkungan masih tergenang karena dapat memicu korsleting. Tunggu sampai lingkungan benar-benar kering dan pengurus setempat menyatakan aman. Setelah itu pun, jangan menyentuh stop kontak atau colokan perangkat elektronik dengan tangan telanjang.

Saat banjir terjadi

Panduan BPBD DIY dan BNPB berisi beberapa langkah berikut:

  1. Pantau informasi banjir dari radio dan media lain.
  2. Segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi, terutama bila terjadi banjir bandang.
  3. Waspadai arus bawah, saluran air, kubangan, dan tempat lain yang tergenang.
  4. Jangan berjalan atau mengemudikan kendaraan melewati arus air. Bila air terus naik, tinggalkan kendaraan dan cari tempat yang lebih tinggi.
  5. Letakkan barang berharga di tempat yang tinggi atau aman dari banjir.

Untuk keadaan darurat di Jakarta, BPBD Provinsi DKI Jakarta meminta warga menghubungi Jakarta Siaga 112. Sampaikan kejadian dan lokasinya dengan jelas, lalu ikuti arahan petugas. Warga di daerah lain dapat mengikuti arahan BPBD setempat.

Untuk longsor, BPBD DIY menganjurkan agar warga segera menjauhi suara gemuruh atau arah datangnya longsoran. Bila sirene peringatan longsor berbunyi, segera menuju zona evakuasi yang telah ditentukan.

Yang perlu diperhatikan

  • Setelah banjir, hindari air banjir karena dapat tercemar zat berbahaya. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih bila tubuh terkena air banjir, dan buang makanan yang terendam (BPBD DIY).
  • Jangan memakai air tanah untuk makan, minum, atau memasak, meskipun air banjir sudah surut. Pakai air galon atau air bersih dari pemerintah bila memungkinkan (BPBD Jawa Tengah).
  • Jangan langsung memasuki area yang airnya baru surut karena jalan bisa keropos atau ambles (BPBD DIY).
  • Hindari wilayah bekas longsor karena tanahnya labil. Waspadai longsor susulan bila hujan kembali turun (BPBD DIY).
  • Prediksi musim berlaku umum per zona musim. Untuk kondisi harian, rujuk peringatan dini cuaca terbaru dari BMKG dan arahan BPBD setempat.

Produk terkait

Afiliasi
  • Toko perlengkapan hujan Jas hujan, payung, dan pelindung barang untuk musim hujan
  • Tas siaga bencana Tas perlengkapan darurat untuk gempa, banjir, atau evakuasi

Tautan afiliasi. Harga dan ketersediaan mengikuti toko.

Sumber

Naskah awal artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber di atas, lalu ditinjau dan diperiksa faktanya oleh redaksi. Pedoman redaksi.

Bagikan

Baca juga

Semua panduan →