Rasio

Menyiapkan Tas Siaga Bencana: Isi dan Cara Menyimpannya

Isi tas siaga bencana menurut BNPB dan BPBD DIY, cara menyimpannya, serta langkah persiapan menghadapi gempa dan banjir dari sumber resmi.

Oleh Redaksi Rasio
4 menit baca
Kartu ilustrasi Rasio kategori Panduan bertuliskan Menyiapkan Tas Siaga Bencana: Isi dan Cara Menyimpannya
Sumber gambar: Ilustrasi: Rasio

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan bahwa tas siaga bencana (TSB) adalah tas yang disiapkan anggota keluarga untuk berjaga-jaga bila terjadi bencana atau kondisi darurat lain. Tas ini dimaksudkan untuk membantu bertahan hidup selama bantuan belum datang dan untuk memudahkan proses evakuasi. Dengan tas yang sudah terisi, keluarga dapat segera meninggalkan rumah tanpa harus memilih barang di tengah kepanikan.

BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta, mengutip BNPB, menyebut tas ini disiapkan untuk setiap anggota keluarga. Menurut BPBD DIY, tas siaga idealnya membantu keluarga bertahan selama 72 jam pertama (3 x 24 jam), masa yang dinilai paling krusial sebelum bantuan lanjutan tiba.

Isi tas siaga bencana

Berikut isi tas siaga bencana menurut daftar BNPB, dikelompokkan agar mudah diperiksa.

Dokumen dan uang

  • Surat-surat penting, seperti surat tanah, surat kendaraan, ijazah, dan akta kelahiran.
  • Uang tunai secukupnya untuk perbekalan selama kurang lebih tiga hari.

Air dan makanan

  • Air minum yang setidaknya cukup untuk kebutuhan kurang lebih tiga hari.
  • Makanan ringan tahan lama, misalnya mi instan, biskuit, abon, atau cokelat.

Kesehatan dan kebersihan

  • Kotak P3K berisi obat-obatan pribadi dan obat-obatan umum.
  • Masker untuk menyaring udara kotor atau tercemar.
  • Perlengkapan mandi, seperti sabun, sikat gigi, pasta gigi, sisir, dan cotton bud.

Pakaian

  • Sandang untuk tiga hari: pakaian dalam, celana panjang, jaket, selimut, handuk, dan jas hujan.

Penerangan, komunikasi, dan sinyal

  • Alat penerangan, seperti senter, lampu kepala (headlamp), korek api, dan lilin.
  • Radio atau ponsel beserta baterai, pengisi daya, atau powerbank untuk memantau informasi seputar bencana.
  • Peluit untuk meminta pertolongan saat darurat.

BMKG juga menyebut kotak P3K, senter atau lampu baterai, radio, serta makanan suplemen dan air sebagai alat yang perlu ada di setiap tempat untuk mengantisipasi gempa bumi.

Menyimpan dan memeriksa ulang

BPBD DIY menyebut tas siaga umumnya terbuat dari bahan tahan air dan cukup kuat untuk membawa perlengkapan penting. Dokumen penting sebaiknya disimpan dalam map tahan air. Tas diletakkan di tempat yang mudah dijangkau, misalnya dekat pintu keluar rumah, agar bisa langsung dibawa saat harus mengungsi.

BPBD DIY juga menyarankan isi tas disesuaikan dengan kebutuhan dasar keluarga dan jenis ancaman di wilayah tempat tinggal, seperti gempa bumi, banjir, longsor, atau cuaca ekstrem. Sumber resmi yang dirujuk dalam artikel ini tidak menetapkan jadwal pemeriksaan tertentu, sehingga periksa sendiri tanggal kedaluwarsa makanan dan obat serta kondisi baterai di dalam tas.

Saat terjadi gempa atau banjir

Gempa bumi. Panduan antisipasi dari BMKG memuat langkah berikut:

  1. Jika berada di dalam bangunan, lindungi kepala dan badan dari reruntuhan, misalnya dengan berlindung di bawah meja. Cari tempat yang paling aman, lalu keluar bila masih memungkinkan.
  2. Jika berada di luar bangunan, jauhi gedung, tiang listrik, dan pohon, serta perhatikan kemungkinan rekahan tanah.
  3. Jika sedang mengendarai mobil, keluar dan menjauh dari kendaraan.
  4. Jika berada di pantai, jauhi pantai untuk menghindari tsunami. Di daerah pegunungan, hindari area yang rawan longsor.
  5. Setelah gempa, keluar dari bangunan dengan tertib dan gunakan tangga biasa, bukan lift atau tangga berjalan. Periksa kemungkinan kebakaran, kebocoran gas, dan arus pendek, serta jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa.

Pantau juga info gempa terkini dari BMKG.

Banjir. Panduan BPBD DIY menyebutkan langkah berikut:

  1. Simak informasi resmi tentang banjir dan segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi bila banjir terjadi.
  2. Matikan jaringan listrik bila ada instruksi dari pihak berwenang, cabut alat yang masih tersambung, dan jangan menyentuh peralatan listrik saat berdiri di atas atau di dalam air.
  3. Jangan berjalan di arus air. Bila terpaksa melewati air, pilih pijakan yang tidak bergerak dan gunakan tongkat untuk mengecek pijakan.
  4. Jangan mengemudikan mobil di wilayah banjir. Bila air mulai naik, tinggalkan mobil dan menuju tempat yang lebih tinggi.

Yang perlu diperhatikan

  • Dalam tips banjirnya, BPBD DIY menganjurkan persiapan untuk hidup mandiri selama sekurangnya tiga hari, termasuk menyiapkan tas siaga bencana, makanan, dan air minum.
  • Ketahui cara mematikan air, listrik, dan gas, serta pahami rute evakuasi dan tempat berkumpul keluarga bila anggota keluarga terpencar.
  • BMKG mengingatkan bahwa gempa susulan masih mungkin terjadi. Dengarkan informasi dari radio dan jangan mudah terpancing isu yang sumbernya tidak jelas.
  • Setelah banjir, hindari air yang bergerak dan area yang baru surut, buang makanan yang terkontaminasi air banjir, dan kembali ke rumah sesuai arahan pihak berwenang.

Produk terkait

Afiliasi
  • Tas siaga bencana Tas perlengkapan darurat untuk gempa, banjir, atau evakuasi

Tautan afiliasi. Harga dan ketersediaan mengikuti toko.

Sumber

Naskah awal artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber di atas, lalu ditinjau dan diperiksa faktanya oleh redaksi. Pedoman redaksi.

Bagikan

Baca juga

Semua panduan →