Rasio

Frank Elderson Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko Iklim di Tengah Ketidakpastian Global

Dalam pidato di konferensi ECB-Bank of England, Frank Elderson menyoroti kemajuan pengelolaan risiko iklim dan alam serta tantangan ketidakpastian yang…

Oleh Redaksi Rasio
3 menit baca
Kartu ilustrasi Rasio kategori Keuangan bertuliskan Frank Elderson Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko Iklim di Tengah Ketidakpastian Global
Sumber gambar: Ilustrasi: Rasio

Frank Elderson, anggota Dewan Eksekutif ECB dan Wakil Ketua Dewan Pengawas ECB, membuka konferensi bersama Bank of England pada 14 Oktober 2026 di Frankfurt am Main. Acara yang melibatkan pakar dari 18 negara dan tiga benua ini membahas cara memastikan ketahanan sistem keuangan di dunia yang semakin non-linear.

Kemajuan dalam Mengidentifikasi Risiko Iklim dan Alam

Elderson menilai bahwa selama satu dekade terakhir bank dan otoritas pengawas telah membuat kemajuan signifikan dalam mengidentifikasi, mengukur, dan mengelola risiko iklim dan alam (C&N). Arsitektur dasar untuk memasukkan risiko ini ke dalam manajemen risiko, stress testing, dan analisis skenario telah dibangun, didukung oleh data iklim yang lebih baik, alat pemodelan yang lebih canggih, dan sumber data publik yang meluas. Contohnya, data bahaya iklim dan geolokasi memungkinkan bank memodelkan dampak kekeringan atau banjir pada metrik risiko tradisional seperti loss-given-default (LGD). Selain itu, sejak 2022, rata-rata proporsi pendapatan bunga yang berasal dari sektor karbon-intensif tetap di atas 70% pada bank-bank yang diawasi secara signifikan.

Ketidakpastian yang Masih Membayangi

Meskipun ada kemajuan, Elderson menekankan bahwa banyak risiko C&N bersifat “known unknowns” – diketahui ada, namun waktu, besaran, atau probabilitasnya tidak pasti. Contohnya, titik kritis (tipping points) pada hutan Amazon atau sirkulasi Atlantik masih belum dapat diprediksi secara tepat, begitu pula interaksi antara peristiwa ekstrem seperti kekeringan bersamaan dengan gelombang panas. Ia mengingatkan bahwa tujuh dari sembilan batas planet telah terlampaui, menambah kompleksitas interaksi antara degradasi alam dan aktivitas ekonomi.

Analisis Skenario sebagai Alat Menghadapi Ketidakpastian

Elderson menyarankan penggunaan analisis skenario, bukan sebagai ramalan, melainkan sebagai eksplorasi terstruktur atas masa depan yang mungkin. Skenario NGFS (Network for Greening the Financial System) kini menjadi referensi global, namun harus diperlakukan sebagai titik awal, bukan satu-satunya narasi. Ia mengingatkan bahwa model iklim saat ini belum sepenuhnya menangkap umpan balik seperti pencairan permafrost yang dapat menambah 0,6°C pada suhu global. Oleh karena itu, skenario harus disesuaikan dengan konteks lokal, diuji, dan diperkaya dengan penilaian ahli.

Tantangan Implementasi di Bank

Sebagian besar bank masih berada pada tahap awal mengintegrasikan risiko C&N ke dalam model inti mereka. Stress test iklim dan analisis skenario sering hanya mencakup sekitar 15% risiko yang dianggap material oleh bank. Elderson menekankan perlunya transparansi atas keterbatasan ini serta tindakan proaktif untuk membangun ketahanan jangka panjang.

Kolaborasi untuk Memajukan Praktik

Konferensi ini, yang menggabungkan ilmuwan, regulator, dan praktisi, diharapkan menjadi forum untuk menjawab pertanyaan kritis, seperti cara menyesuaikan analisis skenario di tengah ketidakpastian, non-linearitas, dan titik kritis yang tidak dapat sepenuhnya ditangkap model. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi tautan resmi ECB tentang Resilience dan Banking sector.

Sumber

Naskah awal artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber di atas, lalu ditinjau dan diperiksa faktanya oleh redaksi. Pedoman redaksi.

Bagikan

Baca juga

Semua keuangan →